| Cara membuat Vernikkel |
|---|
| Vernikel adalah salah satu larutan yang di pergunakan untuk melapisi logam besi agar terlihat mengkilat serta melindungi besi dari karat. Sekara kita akan mencoba membuat Verniel untuk melapisi logam besi, seperti biasa kita harus mempersiapkan bahan-bahannya dan peralatannya terlebih dahuli.Bahan-bahan yang dibutuhkan : 1. Acidum Hidrocloricum .............. 100 cc 2. Bubuk Besi ..................................... 1 gram 3. Nikkel ............................................ 10 gram 4. Timah Putih ..................................... 3 gram 5. Acidum Sulfuricum ......................... 3 cc Alat-alat yang dipergunakan : 1. Ember plastik dan kayu Cara pembuatannya : 1. Bubuk Besi, Nikkel, Timah Putih dilarutkan pada Acidum Hidrocloricum, lalu diaduk-aduk sampai merata -(a). 2. Acidum Sulfuricum dilarutkan pada hasil percampuran (a) yang sudah merata. 3. Yang akan di Vernikkel dibersihkan terlebih dahulu supaya mengkilap. Keterangan : Acidum Hidrocloricum ini sama dengan Air Keras, yang dipergunakan untuk mematri. Jadi bahan tersebut dijual di toko besi . Demikianlah sekilas tentang Cara Pembuatan Vernikel, semoga tulisan ini dapat bermanfaat... |
Senin, 14 Maret 2016
melapisi logam
Minggu, 13 Maret 2016
membuat sabun
| Membuat Sabun Cair |
|---|
| Sebelumnya kita telah mencoba Cara Membuat Sabun Cream atau Sabun Colek nah kali ini kita memcoba Cara Membuat Sabun cair. Sabun cair diproduksi untuk berbagai keperluan seperti diproduksi untuk berbagai keperluan seperti untuk mandi, pencuci tangan, pencuci piring ataupun alat-alat rumah tangga, dan sebagainya. Karakteristik sabun cair tersebut berbeda-beda untuk setiap keperluan, tergantung pada komposisi bahan dan proses pembuatannya. Keunggulan sabun cair antara lain mudah dibawa bepergian dan lebih higienis karena biasanya disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. Sabun cair ini merupakan produk yang strategis, karena saat ini masyarakat modern suka prodak yang praktis dan ekonomis. Untuk mengawali bikin sabun cair cukup mudah dengan mengetahui sifat dan fungsi masing-masing bahan sabun cair dan cukup dengan modal awal 100.000 rupiah bisa menghasilkan lebih dari 30 liter sabun cair kwalitas baik. Untuk pembelian bahan-bahan kimia yang tertera dibawah ini dapat di beli toko-toko kimia terdekat. Keunggulan Sabun Cair : Praktis, karena Sabun mandi cair tersedia dalam bentuk kemasan botol, sehingga dapat mudah di bawah kemana-mana. Sabun cair mudah larut di air ( bathtub ), lalu di obok-obok sebentar langsung berbusa dan digunakan untuk mandi berendam. Mudah berbusa dengan menggunakan spon kain, dengan begitu dapat menghemat sabun mandi cair. Kesehatannya (kontaminasi terhadap kuman bisa dihindari) bisa menjamin bila dibandingkan sabun mandi padat (Sabun curah) yang dipegang banyak orang alias dipakai ramai-ramai. Reaksi Sabun Cair : Trigliserida + Alkali ==> Sabun + Gliserol Cara Pembuatan Sabun Cair : Alat dan Bahan Alat : Baskom Kecil 3 buah Pengaduk Kayu 3 buah Gelas ukur Masker Sarung tangan lab Bahan : Texapon 150 gram Camperland 20 cc Bronidox 5 cc NaCl 25 gram Pewarna Kimia 1 gram Parfume 5 cc Aquades 900 cc Cara Kerja : Campurkan Texapon dan Camperland, aduk hingga rata. Tambahkan Aquades sedikit demi sedikit (aduk hingga rata). Tambahkan garam, Bronidox, pewarna dan parfume satu per satu hingga rata. Diamkan semalam hingga busanya hilang (cairan kental bewarna jernih). Demikianlah sekilas tentang Cara Membuat Sabun Cair, semoga dapat bermanfa'at dan menjadi inspirasi usaha anda. Selamat mencoba semoga sukses. |
Jumat, 04 Maret 2016
tutorial javascript
Kamis, 03 Maret 2016
gambarr pletokan,game manual
PLETOKAN itu nama'a gan,cara kerja dari permainan itu mudah gan,dan sistem kerja'a 11-12 sama senapan gan...seru dah,,,,klo bermain dengan itu,badan,anggota tubuh jadi gerak,tidak seperti klo kalian bermain game dunia maya...bagi anak kecil yang sedang masa pertumbuhan....
Rabu, 02 Maret 2016
test javascript
Tutorial Belajar JavaScript Part 5: Cara Memasukkan (input) kode JavaScript ke dalam
Seperti yang telah kita pelajari pada tutorial cara menjalankan kode JavaScript, sekilas anda telah melihat cara memasukkan kode JavaScript ke dalam HTML. Pada tutorial kali ini kita akan membahas metoda-metoda atau cara-cara untuk meng-input kode JavaScript ke dalam HTML.
Cara Memasukkan kode JavaScript ke dalam HTML
JavaScript termasuk jenis bahasa script, yang digunakan di dalam file HTML. Untuk menginput, atau memasukkan kode JavaScript ke dalam HTML, JavaScript menyediakan 4 alternatif, yaitu:
Menggunakan tag <script> (internal JavaScript)
Menggunakan tag <script scr=””> (external JavaScript)
Menggunakan Event Handler (Inline JavaScript)
Menggunakan URL (href:=”javascript:”)
Dalam tutorial javascript kali ini kita akan membahas ke-4 metode ini.
Cara Memasukkan JavaScript menggunakan tag <script> (internal JavaScript)
Cara pertama untuk menginput kode JavaScript ke dalam halaman HTML adalah dengan menggunakan tag <script> secara internal. Internal disini berarti bahwa kode JavaScript ditulis pada halaman yang sama dengan HTML, atau di dalam satu file HTML.
Cara ini merupakan cara yang paling sering digunakan, jika kode JavaScript tidak begitu panjang, dan hanya digunakan di 1 halaman saja. Kode JavaScript yang akan diinput diletakkan diantara tag pembuka <script> dan tag penutup </script> seperti berikut ini:
<script>
//kode javascript diletakkan disini
</script>
Tag <script> akan memberitahu web browser bahwa kode diantara tag tersebut bukanlah HTML, tetapi JavaScript.
Dalam beberapa buku atau tutorial JavaScript, mungkin anda akan menemukan penggunaan tag <script> seperti berikut ini:
<script type="text/javascript">
type=;//kode javascript diletakkan disini
</script>
Penggunaan atribut type=”text/javascript” digunakan untuk membedakan javascript dengan bahasa script lain seperti VBScript yang ditulis sebagai type=”text/vbscript”. Namun karena VBScript sudah jarang digunakan, hampir semua web browser modern menjadikan JavaScript sebagai bahasa default, sehingga anda tidak perlu menulis type=”text/javascript”. Tetapi juga tidak salah jika anda ingin menegaskan penggunaan JavaScript dengan menuliskannya secara langsung.
Pada halaman web yang lama, kadang anda juga akan menemukan penggunaan atribut language sebagai pengganti atribut type seperti berikut ini:
<script language=”text/javascript”>
//kode javascript diletakkan disini
</script>
Atribut language sudah dianggap usang (deprecated), dan disarankan untuk tidak digunakan lagi.
Sebagai contoh cara penginputan JavaScript dengan tag <script>, berikut adalah kode HTMLnya:
<!DOCTYPE html>
<html>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8" />
<head>
<title>Belajar JavaScript di Duniailkom</title>
<script>
alert("Hello World!!");
</script>
</head>
<body>
<h1>Belajar JavaScript</h1>
<p>Saya sedang belajar JavaScript di duniailkom.com</p>
<p>Belajar Web Programming di Duniailkom.</p>
</body>
</html>
Dalam contoh diatas, saya meletakkan tag <script> di dalam tag <head> dari HTML (pada baris ke 7). Tag <script> tersebut berisi kode JavaScript: alert(“Hello World!!”);. alert() adalah fungsi dalam JavaScript yang akan menampilkan pesan ke dalam web browser. Fungsi ini sering digunakan dalam proses pembuatan program JavaScript untuk menampilkan output sederhana. Fungsi alert membutuhkan 1 inputan (argumen) bertipe String. Kita akan membahas cara penulisan fungsi dan tipe-tipe data JavaScript pada tutorial-tutorial selanjutnya.
Jika anda menjalankan program diatas, maka di dalam web browser akan tampil hasil seperti berikut ini:
Cara Memasukkan kode JavaScript ke dalam HTML - tag script
Cara Memasukkan JavaScript Menggunakan tag <script src=” “> (external JavaScript)
Cara atau metode kedua untuk menginput kode JavaScript ke dalam halaman HTML adalah dengan memindahkan kode JavaScript ke dalam sebuah file terpisah, lalu ‘memanggilnya’ dari HTML. Cara ini sangat disarankan karena akan memberikan banyak keuntungan dan fleksibilitas dalam membuat program JavaScript.
Sebuah file JavaScript disimpan dalam ekstensi .js, seperti: kode.js, register.js, atau kodeku.js. Dari halaman HTML, kita memanggilnya menggunakan tag <script> dengan atribut src. Atribut src berisi alamat dari file javascript tersebut, seperti berikut ini:
<script src="kode_javascript.js"></script>
Perhatikan bahwa tag <script> tetap ditutup dengan tag penutup </script>, atau anda bisa membuatnya menjadi self closing tag seperti berikut ini:
<script src="kode_javascript.js" />
Penamaan file JavaScript dengan akhiran .js hanyalah sebuah kesepakatan di kalangan programmer. Anda bisa membuat akhiran atau extension apapun, seperti: kode_javascript.aku, atau kode_javascript.duniailkom, asal pada saat pemanggilan dalam tag <script> harus sesuai dengan nama file tersebut, seperti <script src=”kode_javascript.duniailkom”></script>
Namun agar lebih nyaman dan tidak membuat bingung, sebaiknya tetap mengikuti kesepakatan dengan menggunakan akhiran .js.
Sebagai contoh program, saya akan menampilkan alert “Hello World!!” seperti kode program sebelumnya, namun kali ini saya akan memisahkannya menjadi sebuah file tersendiri. Kode JavaScript tersebut akan dipindahkan kedalam file kode_javascript.js dengan isi file sebagai berikut:
alert("Hello World!!")
Ya, hanya 1 baris itu saja, dan savelah pada folder yang sama dengan tempat kode HTML akan dijalankan dengan nama file kode_javascript.js. Lalu pada kode program HTML, kita akan menjalankan file javascript tersebut sebagai berikut:
- <!DOCTYPE html>
- <html>
- <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8" />
- <head>
- <title>Belajar JavaScript di Duniailkom</title>
- <script src="kode_javascript.js"></script>
- </head>
- <body>
- <h1>Belajar JavaScript</h1>
- <p>Saya sedang belajar JavaScript di duniailkom.com</p>
- <p>Belajar Web Programming di Duniailkom.</p>
- </body>
- </html>
Perhatikan bahwa di dalam file kode_javascript.js saya langsung menuliskan perintah alert, dan dipanggil oleh tag <script> pada baris ke 7 contoh file HTML diatas.
Alamat dari file javascript bisa berupa alamat relatif seperti contoh diatas, atau bisa juga alamat absolut seperti www.duniailkom.com/kode_javascript.js. Aturan penulisan alamat ini sama seperti atribut scr HTML lainnya. Perbedaan antara alamat relatif dan absolut telah dibahas pada Tutorial HTML cara membuat link HTML.
Cara Memasukkan JavaScript Menggunakan Event Handler (Inline JavaScript)
Cara ketiga untuk menjalankan JavaScript adalah dengan memanggilnya menggunakan Event Handler dari dalam tag HTML.
Konsep Event Handler akan kita pelajari secara khusus pada tutorial terpisah, namun secara sederhananya, event handler adalah pemanggilan kode javascript ketika ‘sesuatu’ terjadi dalam tag HTML.
Sesuatu disini maksudnya ketika sebuah element dalam HTML di klik, di klik kanan, di arahkan mouse, dan lain-lain. Event handler di dalam JavaScript ditulis dengan penambahan kata on. Sehingga jika sebuah tombol di-klik, maka disebut sebagai onclick, jika mouse berada diatas element disebut sebagai onmouseover, dan lain-lain.
Sebagai contoh, ketika sebuah tombol di-klik, maka kita bisa menampilkan alert(“Hello World!!”). Berikut adalah contoh kode programnya:
<!DOCTYPE html>
<html>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8" />
<head>
<title>Belajar JavaScript di Duniailkom</title>
</head>
<body>
<h1>Belajar JavaScript</h1>
<p>Saya sedang belajar JavaScript di duniailkom.com</p>
<p>Belajar Web Programming di Duniailkom.</p>
<button onclick="alert('Hello World!!')">Klik Saya
</body>
</html>
Cara Memasukkan kode JavaScript ke dalam HTML - event handlerPerhatikan pada baris ke-13 dari contoh kode diatas, yaitu pada penulisan tag <button>. Di dalam tag tersebut, saya menambahkan onclick=”alert(‘Hello World!!’)”, ini adalah kode JavaScript yang diinput melalui metode event handler.
Cara penginputan kode JavaScript dengan menggunakan Event Handler seperti ini, walaupun praktis namun tidak disarankan, karena kita mencampurkan JavaScript dengan HTML. Dan jika kode JavaScript agak panjang, akan menyulitkan untuk memisahkan kode HTML dengan JavaScript.
Hasil yang didapat menggunakan event handler diatas, sebaiknya dipindahkan ke dalam tag <script>.
Di dalam pemograman Javascript, ada istilah yang disebut Unobtrusive JavaScript. Unobtrusive JavaScript adalah filosofi atau paradigma dalam pemograman yang berpendapat bahwa content (HTML) sedapat mungkin harus terpisah dari behavior (JavaScript) agar mudah dalam pemeliharaan dan lebih fleksibel. Konsep ini dapat dibaca pada http://en.wikipedia.org/wiki/Unobtrusive_JavaScript.
Cara Memasukkan JavaScript Menggunakan URL (href:=”javascript:”)
Cara terakhir (dan juga paling jarang digunakan saat ini) adalah dengan menyisipkan JavaScript ke dalam alamat href dari tag HTML. Cara ini disebut juga dengan protocol javascript. Disebut demikian, karena kita mengganti alamat link dari yang biasa menggunakan protocol http//: menjadi javascript:
Sebagai contoh penggunaannya, perhatikan kode berikut ini:
<!DOCTYPE html>
<html>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8" />
<head>
<title>Belajar JavaScript di Duniailkom</title>
</head>
<body>
<h1>Belajar JavaScript</h1>
<p>Saya sedang belajar JavaScript di duniailkom.com</p>
<p>Belajar Web Programming di Duniailkom.</p>
<a href="javascript:alert('Hello World!!')">Hallo Dunia...</a>
</body>
</html>
Jika anda menjalankan kode diatas, dan men-klik link Hallo Dunia… akan tampil alert Hello World!!, yang berasal dari JavaScript. Disini kita telah menjalankan JavaScript menggunakan protocol javascript.
Cara Memasukkan kode JavaScript ke dalam HTML - protokol javascriptCara menjalankan JavaScript seperti ini berasal dari awal kemunculan javascript, dan sudah banyak ditinggalkan.
Anda juga bisa menggunakan konsep protocol javascript ini untuk menjalankan perintah JavaScript tanpa membuat halaman HTML. Caranya adalah dengan menuliskan perintah JavaScript langsung di bagian address bar dari web browser, seperti contoh berikut:
Cara Memasukkan kode JavaScript ke dalam HTML - protokol javascript url
Konsep ini bisa digunakan untuk membuat sebuah aplikasi javascript yang bisa disimpan dalam web browser, dan dieksekusi pada saat diperlukan, atau dikenal dengan istilah bookmarklet. Pembahasan tentang bookmarklet akan kita bahas pada tutorial JavaScript lanjutan.
Best Practice JavaScript: gunakan tag <script src=””>
Dari ke-4 cara menginput kode JavaScript, memisahkan kode JavaScript kedalam sebuah file tersendiri (menggunakan metode <script src=””>) adalah yang paling disarankan. Beberapa keuntungan menggunakan metoda <script src> bila dibandingkan dengan moteda cara memasukkan JavaScript lainnya adalah:
Menyederhanakan halaman HTML dengan memindahkan seluruh kode JavaScript, sehingga halaman HTML hanya berisi konten saja.
Sebuah file JavaScript external bisa digunakan untuk beberapa halaman HTML, sehingga jika diperlukan perubahan, kita hanya perlu mengedit sebuah file daripada mengubah secara satu persatu halaman HTML tempat JavaScript ditulis secara internal.
Jika file JavaScript external digunakan oleh beberapa halaman, file tersebut hanya perlu di download oleh web browser pada saat pertama kali saja. Pada saat loading halaman lainnya, web browser cukup mengambilnya dari browser cache, sehingga mempercepat loading halaman.
Walaupun saya menyarankan untuk menggunakan javascript secara terpisah menggunakan metoda <script src>, namun untuk contoh-contoh pada tutorial javascript di duniailkom, saya akan menuliskan JavaScript pada halaman yang sama dengan HTML semata-mata untuk menyederhanakan penulisan contoh program.
Dalam tutorial javascript kali ini kita telah mempelajari 4 cara menginput atau memasukkan javascript ke dalam HTML. Jika anda perhatikan, dari contoh-contoh yang ada, saya ‘meletakkan’ kode javascript pada bagian atas HTML (tepatnya pada bagian tag <head>). Akan tetapi, JavaScript tidak harus diletakkan di bagian ini.
Pembahasan tentang peletakkan posisi kode JavaScript dalam halaman HTML, akan kita bahas pada tutorial selanjutnya: Posisi Terbaik Meletakkan kode JavaScipt di dalam HTML.
aneh
| Belajar PHP sendiri membuat halaman daftar dan halaman log in, log outmember
Halaman yang mengharuskan member untuk login terlebih dahulu agar bisa mengaksesnya sudah sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari contohnya facebook, tanpa register kemudian login sebagai member tentunya kita tidak bisa mengakses halaman tertentu.
Kali ini kita akan belajar membuat halaman register, log in, log out serta membuat sebuah halaman yang HANYA bisa di akses/lihat jika kita sudah login.
Yang akan kita kerjakan :
Membuat halaman register member -> form_daftar.php
ada yang aneh dengan email gw nh Membuat action : daftar.php Membuat halaman login -> form_login.php Membuat action : cek_login.php Membuat halaman login_sukses.php (halaman inilah yang HANYA bisa dilihat jika kita sudah login) Membuat action :logout.php Demo Sebelum membuat semua itu terlebih dahulu buatlah sebuah database dengan nama : dataku
Kreasi : alvin perez | alvin.per3z@yahoo.com >> Mahasiswa STMIK SINUS SURAKARTA"; ?> Simpan dengan nama form_daftar.php pada folder c:xampp\htdocs\latihan Lihat hasilnya, ketik di browser localhost/latihan/form_daftar.php Hasil : 2. MEMBUAT ACTION : daftar.php Buka notepad, ketikkan: Silakan login... Kreasi : alvin perez | alvin.per3z@yahoo.com >> Mahasiswa STMIK SINUS SURAKARTA"; header("refresh:1;url='form_login.php' "); .?> Simpan dengan nama daftar.php di folder c:xampp\htdocs\latihan 3. MEMBUAT HALAMAN LOG IN (form_login.php) Boca notepad, ketikkan : . .
Kreasi : alvin perez | alvin.per3z@yahoo.com >> Mahasiswa STMIK SINUS SURAKARTA"; ?> Simpan dengan nama form_login.php di c:xampp\htdocs\latihan Lihat hasilnya, ketikkan di browser localhost/latihan/form_login.php Hasil : 4. MEMBUAT ACTION: cek_login.php Buka notepad, ketikkan : Username atau password salah ...! Log in Kreasi : alvin perez | alvin.per3z@yahoo.com >> Mahasiswa STMIK SINUS SURAKARTA"; } ob_end_flush(); ?> Simpan dengan nama cek_login.php di c:xampp\htdocs\latihan 5. MEMBUAT HALAMAN LOGIN SUKSES (login_sukses.php) Buka notepad, ketikkan : KAMU TELAH BERHASIL LOG IN
Kreasi : alvin perez | alvin.per3z@yahoo.com >> Mahasiswa STMIK SINUS SURAKARTA"; ?> Simpan dengan nama login_sukses.php di c:xampp\htdocs\latihan Hasil : 6. MEMBUAT ACTION : logout.php Buka notepad, ketikkan : Simpan dengan nama logout.php di c:xampp\htdocs\latihan SELESAAAIIIIIIIII….. :D |
|||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Sabtu, 27 Februari 2016
test1
Selasa, 19 Januari 2016
Senin, 18 Januari 2016
Jumat, 01 Januari 2016
Sabtu, 05 September 2015
Selasa, 25 Agustus 2015
cara mengkoneksiikan PHP ke mysql
aneka kode dalam CMD
di sini saia akan memberi tahukan beberapa kode dari CMD tersebut yang bisa anda pergunakan dalam tabel CMD
Berikut dibawah ini merupakan daftar perintah-perintah yang ada pada command prompt :
ADDUSERS : Tambah daftar pengguna untuk / dari file CSV
ARP : Address Resolution Protocol
Assoc : Ubah ekstensi file asosiasi
ASSOCIAT : Salah satu langkah asosiasi file
Attrib : Ubah atribut berkas
Bootcfg : Edit Windows boot settings
BROWSTAT : Dapatkan domain, info browser dan PDC
CACLS : Ubah file permissions
CALL : Panggil satu program batch yang lain
CD : Mengganti Directory – pindah ke Folder tertentu
Change : Ganti Terminal Server Session properties
CHKDSK : Check Disk – memeriksa dan memperbaiki masalah disk
CHKNTFS : Periksa sistem file NTFS
CHOICE : Menerima input keyboard ke sebuah file batch
CIPHER : Encrypt atau Decrypt file / folder
CleanMgr : Ototmatis membersihkan Temperatur file, recycle bin
CLEARMEM : Hapus kebocoran memori
CLIP : Salin STDIN ke Windows clipboard.
CLS : Menghapus layar (Clear The Screen)
CLUSTER : Windows Clustering
CMD : Start a new CMD shell
COLOR : Mengubah warna dari jendela CMD
COMP : Membandingkan isi dari dua file atau set file
COMPACT : Compress file atau folder pada partisi NTFS
Compress : Compress tunggal file pada partisi NTFS
CON2PRT : Menghubungkan atau memutuskan sambungan dengan Printer
CONVERT : Konversi FAT ke drive NTFS
COPY : Menyalin satu atau lebih file ke lokasi lain
CSCcmd : clien-side caching (Offline Files)
CSVDE : Impor atau Ekspor Active Directory data
DATE : Display atau mengatur tanggal
Defrag : Defragment hard drive
DEL : Menghapus satu atau lebih file
DELPROF : Hapus profil pengguna NT
DELTREE : Menghapus folder dan semua subfolder
DevCon : Device Manager Command Line Utility
DIR : Menampilkan daftar file dan folder
DIRUSE : Tampilkan penggunaan disk
DISKCOMP : Bandingkan isi dua floppy disk
Diskcopy : Salin isi dari satu disket ke yang lain
DISKPART : Disk Administrasi
DNSSTAT : DNS Statistik
DOSKEY : Edit baris perintah, ingat perintah, dan membuat macro
DSADD : Tambah User (komputer, group ..) ke direktori aktif
DSQUERY : Daftar item dalam direktori aktif
DSMOD : Ubah user (computer, group ..) di direktori aktif
DSRM : Hapus item dari Active Directory
ECHO : Menampilkan pesan di layar
ENDLOCAL : Akhir localisation perubahan lingkungan dalam file batch
ERASE : Menghapus satu atau lebih file
EVENTCREATE : Tambahkan pesan ke Windows event log
EXIT : Keluar dari skrip arus / rutin dan menetapkan errorlevel
EXPAND : uncompress file Ekstrak : uncompress file
CAB FC : Bandingkan dua file
FIND : Mencari string teks dalam sebuah file
FINDSTR : Cari string dalam file
FOR / F : pengulangan perintah terhadap satu set file
FOR / F : pengulangan perintah terhadap hasil perintah lain
FOR : pengulangan perintah terhadap semua options Files, Directory, List
FORFILES : Proses Batch beberapa file
FORMAT : Format disk
FREEDISK : Periksa free disk space/disk yang tersisa (dalam bytes)
FSUTIL : File dan Volume utilitas
FTP : File Transfer Protocol
FTYPE : Tampilkan atau memodifikasi jenis file yang digunakan dalam asosiasi ekstensi file
GLOBAL : Display keanggotaan kelompok global
GOTO : Direct a batch program untuk melompat ke baris berlabel
GPUPDATE : Update pengaturan Kebijakan Grup
HELP : Online Help
ICACLS : Ubah file dan folder permissions
IF : kondisional melakukan perintah
IFMEMBER : Apakah pengguna saat ini dalam sebuah NT Workgroup
IPCONFIG : Configure IP
KILL : Remove program dari memori
LABEL : Edit disk label
LOCAL : Display keanggotaan kelompok-kelompok lokal
LOGEVENT : Menulis teks ke NT event viewer
Logoff : user log off
LOGTIME : log tanggal dan waktu dalam file
MAPISEND : Kirim email dari baris perintah
MBSAcli : Baseline Security Analyzer
MEM : Display penggunaan memori
MD : Buat folder baru
MKLINK : Buat link simbolik (linkd)
MODE : Mengkonfigurasi perangkat sistem
MORE : Display output, satu layar pada satu waktu
MOUNTVOL : mengelola volume mount point
MOVE : Pindahkan file dari satu folder ke yang lain
MOVEUSER : Pindahkan pengguna dari satu domain ke domain lainnya
MSG : mengirim pesan atau message
MSIEXEC : Microsoft Windows Installer
MSINFO : Windows NT diagnostics
MSTSC : Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)
MUNGE : Cari dan Ganti teks dalam file (s)
MV : Copy in-menggunakan file
NET : Kelola sumber daya jaringan
NETDOM : Domain Manager
Netsh : Configure Network Interfaces, Windows Firewall & Remote akses
NETSVC : Command-line Service Controller
NBTSTAT : Tampilkan statistik jaringan (NetBIOS over TCP / IP)
NETSTAT : Display networking statistics (TCP / IP)
NOW : Tampilan saat ini Tanggal dan Waktu
NSLOOKUP : Nama server lookup
NTBACKUP : Backup folder ke tape
NTRIGHTS : Edit hak user account
PATH : Menampilkan atau menetapkan path pencarian untuk file executable
PATHPING : jejak jalur jaringan ditambah paket latensi dan kerugian
Selasa, 18 Agustus 2015
membuat stempel kreasi sendiri unik
Membuat Stempel dari Penghapus Karet alias Rubber Stamp
Senin, 17 Agustus 2015
cara bikin sabun
Jumat, 31 Juli 2015
cara mengganti ip addres
Berawal dari disini , maka terispirasilah tulisan ini,.
terimakasih bwt yang telah mengispirasi,.
langsung aja gan,
1. penamaan Ethernet (biar ngak salah paham nantinya) "tdk ada spasi, biar gampang". Nama Ethernet yang akan digunakan pd tutorial ini adalah eth4

2. buat file dengan nama ifconfig.bat dengan isi sebagai berikut : (silahkan copy and paste)
@echo off
if "%2" EQU "dhcp" (netsh int ip set addr %1 %2)
if "%2" EQU "add" (netsh int ip %2 addr %1 %3 %4)
if "%2" EQU "rem" (netsh int ip del addr %1 %3 %4)
if "%2" EQU "dns" (if "%3" EQU "dhcp" (netsh int ip set dns %1 %3))
if "%2" EQU "dns" (if "%3" NEQ "dhcp" (netsh int ip set dns %1 static %3))
if "%2" NEQ "" (if "%4" NEQ "" (if "%2" NEQ "add" (if "%2" NEQ "rem" (netsh int ip set addr %1 static %2 %3 %4 1))))
if "%2" NEQ "" (if "%4" EQU "" (if "%2" NEQ "dhcp" (if "%2" NEQ "rem" (if "%2" NEQ "dns" (netsh int ip set addr %1 static %2 %3)))))
if "%2" NEQ "" (if "%errorlevel%" EQU "0" (echo setting berhasil) ELSE (echo setting gagal))
if "%2" EQU "" (netsh int ip show address "%1")
@echo.
atau download Di SINI ..! >> script updated
3. pindahkan file tersebut pada directory (folder) C:\WINDOWS\system32\
4. run it. (silahkan di coba)
a. merubah ip dhcp
maksudnya : ip address kita akan diatur oleh DHCP server ( alias otomatis)

b. merubah ip static
maksudnya : IP address dan sub netmasknya kita set secara manual (tanpa DHCP)
sub netmask = 255.255.255.254
ifconfig eth4 191.168.1.10 255.255.255.254

c. merubah ip static beserta gateway
maksudnya : IP gateway sangatlah penting untuk koneksi ke jaringan luar, termasuk intermet jd sebaiknya disertakan.
contoh : ip address = 191.168.1.10
sub netmask = 255.255.255.254
ip gateway = 191.168.1.1

d. menambahkan ip lain dlm satu interface
maksudnya : dalam satu ethernet port, kita punya lebih dari 1 IP
contoh :
ip address sebelumnya = 191.168.1.10 (seperti pada bagian c. diatas)
sub netmask sebelumnya= 255.255.255.254
sub netmask = 255.255.255.0
e. menghilangkan ip dan gateway dlm satu interface
maksudnya : jika kita punya lebih dari 1 IP, adalakanya kita harus menghapus salah satunya.
contoh : ip address = 191.168.20.10
sub netmask = 255.255.255.0
ip gateway =191.168.1.1 (optional : boleh ada atau tidak jg tidak apa-apa)
f. mengganti ip DNS
maksudnya : kalau mau melakukan internet kita memerlukan IP DNS server.
contoh : ip DNS server= 192.168.2.2
ifconfig eth4 dns 192.168.2.2
g. mengganti ip DNS dhcp
maksudnya : kalau kita tdk tau IP DNS servernya sebaiknya di DHCP alias otomatis.
Contoh :
kesimpulannya :
selamat mencoba,..
Jangan lupa kasih komentar ya, soalnya ini posting pertama saya, :)
Download Script Di SINI ..! >> script updated
Note :
-script diatas untuk Windows XP dan Windows 7, tapi untuk WIN 7 command cmd harus di "run as administrator" terlebih dahulu.
1. Klik Kanan pada Command Prompt, lalu pilih run as administrator.
2. Klik Start dan pada Search Bar, ketik CMD. Lalu Tekan tombol Ctrl+Shift+Enter

















